Kembali Berkarya : Gumregah Sesarengan, Bangkitkan Kembali Ekonomi Kerakyatan

 Pandemi Covid-19 kini telah menjajaki masa adaptasi baru dimana virus dianggap masih ada, namun sudah tidak mewabah. Kabar baik untuk kita semua setelah dua tahun melawan pandemi dengan segala tantangannya. Dunia menyadari bahwa pandemi Covid-19 membawa efek domino yang saling berkesinambungan terhadap beberapa aspek kehidupan. Salah satu yang paling terdampak adalah aspek ekonomi. 

Dari gambar diatas terlihat grafik pertumbuhan ekonomi yang menurun selama periode masa sebelum pandemi Covid-19 sampai masa terjadinya pandemi Covid-19

Efek dari pandemi Covid-19 adalah terjadinya kontraksi ekonomi dimana diakibatkan oleh menurunnya konsumsi. Terbatasnya mobilitas manusia menghambat proses distribusi, sedangkan menurunnya pendapatan mempengaruhi daya beli. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota yang sangat terkenal dengan kota sejuta wisata tentunya sangat merasakan kontraksi ini. Bagaimana tidak, banyak sekali UMKM maupun usaha besar yang terpaksa harus tutup, entah karena tidak ada pembeli ataupun tidak menutupnya biaya operasional. Saat itu, beberapa pelaku di bidang pariwisata bahkan banyak yang banting stir karena tidak adanya pendapatan dan tetap harus memenuhi hajat hidup sehari-hari. 

Pandemi Menyurut, Ekonomi Mulai Merajut

2021 merupakan tahun dimana kita masih berjuang melawan Covid-19 namun sudah melihat cahaya terang dan harapan. Suksesnya vaksinasi dan kesadaran penuh masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan merupakan faktor utama dalam menurunnya angka kasus penularan. Kita menyadari virus masih ada di sekitar kita, namun proses adaptasi dunia baru mulai terbentuk. Angka kasus penularan dan kematian menurun, mobilitas mulai dilonggarkan, lalu ekonomi mulai menggeliat. 

Di Yogyakarta sendiri kita sudah bisa melihat bahwa riuhnya wisatawan menjadi tanda kebangkitan ekonomi. UMKM mulai bergerak dan dengan demikian perputaran ekonomi mulai stabil. Menurut data BPS, kategori usaha yang mempunyai keunggulan kompetitif dan spesialisasi di DIY salah satunya adalah akomodasi dan makan minum. Kategori tersebut sangat dibutuhkan mengingat demand dari industri pariwisata yang sangat tinggi. Mulai dari persewaan kendaraan, restoran, hotel, dan pelayanan menjadi industri primadona di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada bulan Agustus lalu di Yogyakarta telah dilaksanakan Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta yang memamerkan makanan-makanan tradisional khas Yogyakarta yang sangat ramai. Peran UMKM tenant yang unik ditambah animo masyarakat yang sangat kuat membuat event tersebut hampir tidak pernah sepi. Sebuah acara berbalut kebudayaan yang menjadi pesta baik untuk warga lokal maupun wisatawan.

Selain riuhnya wisatawan dan acara yg dapat kembali digelar, tahun ini kita juga patut berbahagia. Kita dapat menyaksikan kembali upacara kemerdekaan entah di televisi maupun di daerah masing-masing. Ramainya perlombaan tujuh belasan di desa kita menjadi pertanda bahwa masyarakat bisa pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Semangat kemerdekaan kita dalam memperjuangkan kontinuitas kehidupan dalam segala aspek yang pernah surut kini kita rajut.

Inilah Saatnya UMKM Kembali Berkarya : Bangun Ekonomi Kerakyatan yang Lebih Kuat

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pelaku usaha yang membutuhkan perhatian khusus. Meskipun skalanya kecil, namun sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian secara nasional maupun regional. Seperti penjelasan di awal, bahwa kontraksi ekonomi diakibatkan oleh penurunan konsumsi. Maka untuk menurunkan proses kontraksi tersebut kehidupan pelaku usaha harus dihidupkan sejalan dengan daya beli masyarakat yang sudah mulai membaik. Bisa dimulai dengan hal sederhana yaitu dengan mulai membelanjakan uang untuk produk-produk lokal. UMKM menjadi basis ekonomi kerakyatan karena dari situlah perputaran ekonomi dari rakyat untuk rakyat bergerak. Masyarakat membuka usaha, lalu dibeli oleh masyarakat. Dari kegiatan tersebut terciptalah lapangan pekerjaan. Dari perputaran ekonomi tersebut PDB/PDRB (Pendapatan Domestik Bruto/Regional Bruto) pun terdongkrak.

Menurut UU No.20 Tahun 2008, tujuan dari pemberdayaan UMKM salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi dalam suatu wilayah. Sederhananya, dengan UMKM yang berdaya akan memberikan impact positif terhadap kesejahteraan suatu daerah.

Penulis sebagai pelaku UMKM pun menyambut tahun ini dengan kembali berkarya untuk mengembangkan usaha yang telah vakum selama satu tahun lebih. Kondisi pasar dan daya beli konsumen sudah membaik. Mari bersama-sama kita mendayung agar tujuan segera tercapai.

Kembali berkarya : Usaha kecil penulis yang mulai dijalankan kembali setelah sempat menurun selama tingginya kasus Covid-19

Dukungan Pemerintah DIY dalam Memberdayakan UMKM


Pada bulan September 2022 ini, penulis sebagai pelaku UMKM mendapatkan sebuah kesempatan untuk mendapatkan pendampingan UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Pendampingan ini dimaksudkan untuk mengajak para pelaku UMKM gumregah sesarengan (bangun dengan semangat bersama-sama) dalam membangun usaha kecil yang berkualitas dan dapat naik kelas. Melalui pemerintah daerah, pemerintah pusat membantu memfasilitasi kebutuhan UMKM. Salah satunya adalah aspek legalitas. Fasilitas tersebut dimaksudkan agar usaha kecil bisa lebih kuat kualitas dan kontinuitasnya. Selain itu, pendampingan yang diadakan pemerintah DIY mencakup 8 aspek kebutuhan usaha kecil, beberapa diantaranya adalah aspek pemasaran digital, proses produksi, dan keuangan.

Lukisan adalah properti pribadi

Tidak kalah penting, Yogyakarta merupakan kawasan CBT (Community Based Tourism) yang mengangkat konsep ekonomi kerakyatan riil yang dilaksanakan dan hasilnya langsung dinikmati oleh masyarakat. Beberapa diantaranya adalah para pengrajin hasta-karya, pelaku usaha pariwisata, produsen makanan khas dan oleh-oleh yang ikut merasakan hasil dari riuhnya pariwisata di kota ini.

Nanging, Tetap Eling lan Waspada

Gambar adalah dokumentasi pribadi

Kebangkitan ekonomi dan pariwisata menjadi kado terbaik untuk kita semua setelah mampu melewati badai Covid-19. Namun, sekencang apapun kita berusaha tetap eling lan waspada mengingat virus belum benar-benar hilang. Masih ada penambahan kasus setiap harinya. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mensosialisasikan Pranatan Anyar Plesiran Yogyakarta yang menjadi panduan untuk bisa berwisata di Yogyakarta dengan aman dan nyaman. Kenyamanan yang kita peroleh hari ini ada setelah kita mau berusaha menaati protokol kesehatan dan taat melakukan vaksinasi. Maka, tugas kita selanjutnya adalah tetap menjaganya agar kasus tidak terulang kembali dan aktivitas masyarakat bisa terus normal seperti sedia kala. Seperti harapan kita semua agar pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Merdeka!

___

 Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Pembuatan Konten Media Sosial dalam rangka Memperingati HUT RI ke-77 dengan tema Kembali Berkarya : Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY

___

Catatan 

Covid-19 : Corona Virus Disease-2019

UMKM : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Eling lan waspada : (jawa) Ingat dan waspada

Gumregah Sesarengan : (jawa) Bangun dengan semangat bersama-sama

Pranatan Anyar Plesiran Yogyakarta : (jawa) Tata cara baru wisata  Yogyakarta


Referensi 

https://yogyakarta.bps.go.id/publication/2021/04/28/814d6f552338d3ef9649bb30/analisis-pertumbuhan-dan-perubahan-struktur-perekonomian-daerah-istimewa-yogyakarta-sebelum-dan-selama-masa-pandemi-covid-19-pendekatan-54-kategori-dan-sub-kategori-usaha.html

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/

https://www.desabisa.com/mengenal-konsep-community-based-tourism/




Tidak ada komentar