Perjalanan 1000 Hari Pertama : Mencukupi Kehidupan Anak dengan Asupan Bernutrisi

Mencukupi Asupan Bernutrisi, Aku yang Tak Boleh Egois Lagi 

1000 pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas dimana Ibu harus lebih giat belajar lagi. Saya ambil contoh diri saya sendiri. Sebagai seorang Ibu baru, makan bukan lagi hanya untuk kenyang, namun juga untuk memberi nutrisi yang cukup untuk kebutuhan baby. Ibu yang sehat akan memberikan nutrisi yang sehat pada anak. Dalam perihal makan, Ibu sudah tidak boleh egois  karena apa yang kita makan akan ditelan berdua dan dampaknya sangat vital untuk kebutuhan nutritif. 

Hal ini saya sadari ketika saya hamil. Saya yang awalnya ngawur dan tidak pernah memperhatikan nutrisi mendadak jadi orang yang sangat selektif dalam memilih makanan. Misalnya saja saya yang hobi minum kopi jadi lebih mengurangi karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Atau di awal-awal kehamilan saya rajin sekali makan puree buah alpukat untuk mencukupi kebutuhan asam folat. Kebiasaan itu terbawa sampai saat ini. Apalagi sekarang sedang ada di fase menyusui. Tentunya apa yang kita makan akan mempengaruhi nutrisi yang diserap oleh bayi.

1000 hari pertama kehidupan anak adalah masa-masa saya mengatur pola hidup, terutama makan. Masa dimana anak bertumbuh dari perut sampai dia lahir dan bertumbuh kembang. Masa-masa itulah sebagai Ibu kita dituntut untuk terus belajar. 

1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah masa selama 270 hari (sembilan bulan) di dalam kandungan ditambah 730 hari (dua tahun) pertama kehidupan anak untuk mengoptimalkan tumbuh-kembang anak dan menentukan kualitas kehidupannya di kemudian hari. Di masa ini tubuh anak termasuk otak berkembang sangat cepat dan nutrisi yang baik menjadi fondasi yang sangat penting. Saya sangat suka mindset yang ditulis dr. Meta Hanindita di bukunya, yaitu 'nutrition now, matters forever'. Penuhi nutrisi seimbang saat ini yang akan berdampak selamanya untuk anak.


1000 hari ini bisa kita urai menjadi 4 fase ; fase kehamilan, fase menyusui, fase MPASI, dan fase 1-2 tahun. 

Fase Kehamilan

Fase kehamilan adalah fase kritis dimana kesehatan dan nutrisi ibu memiliki peran penting pada sistem metabolisme, perkembangan fisik, fungsi organ, dan daya tahan tubuh bayi. Oleh karena itu pemberian nutrisi dan gaya hidup ibu sangat berpengaruh. Tidak hanya untuk jangka pendek selama masa kehamilan saja, namun untuk perkembangan jangka panjangnya. Nutrisi yang baik adalah nutrisi yang seimbang. Menu seimbang yang direkomendasikan meliputi karbohidrat kompleks, lemak, protein, dan vitamin. Pada masa ini dokter akan memberikan vitamin dan suplemen tambahan. Biasanya dokter akan memberi vit. D, kalsium, zat besi, dsb. Sebaiknya kita mengikuti arahan dokter untuk konsumsi vitamin dan makanan bernutrisi agar status kesehatan ibu hamil baik. 

Status kesehatan ibu hamil ini sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan awal bayi sejak ada dalam rahim. Status kesehatan ibu hamil merupakan penentu penting untuk mencegah IUGR (Intrauterine Growth Restriction), yaitu kondisi ketika pertumbuhan janin terhambat.  Selain itu status kesehatan yang baik juga menekan resiko stunting. Ternyata stunting dapat terjadi sejak di dalam janin dan tampak saat anak berusia 2 tahun. Kesimpulannya nutrisi yang kita konsumsi sangat berpengaruh vital pada perkembangan anak. Itu mengapa kehamilan dikatakan sebagai fase kritis.

Lalu, apa nutrisi baik dan seimbang yang seharusnya dikonsumsi oleh ibu hamil?

Nutrisi yang akan kita konsumsi akan dikonsumsi juga oleh janin didalam perut. Uniknya, bayi juga sudah bisa membangun preferensi makan (taste bud) saat masih didalam perut melalui cairan ketuban loh, Mom. Makanan yang sebaiknya kita konsumsi mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, dan vitamin. Mengandung makronutrien dan mikronutrien. Mikronutrien merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh yang jumlahnya kecil. Meskipun jumlahnya kecil namun perannya sangat penting. Diantaranya ada asam folat, vitamin A, vitamin, B6, vitamin B12, vitamin C, zat besi, kalsium, vitamin D, omega-3, dan yodium. Berikut tabel kebutuhan mikronurien yang penting untuk ibu hamil beserta manfaatnya ;


Untuk mengatur pola makan kita, bisa kita membuat meal plan. Atau jika tidak menggunakan meal plan, selalu ingat hari ini makan apa dan sudah memenuhi nutrisi apa. Akhirnya lama-lama kita terbiasa untuk makan enak dan tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh kita dan janin.

Fase Menyusui

Fase menyusui adalah dimana aku saat ini. Pengalaman baru yang ternyata indah sekali. ASI merupakan nikmat tuhan akan kebutuhan nutrisi berkualitas untuk bayi. Untuk menjaga kuantitas dan kualitas ASI, pada masa ini Ibu tetap harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Pemberian ASI merupakan pemberian investasi terbaik untuk anak. Dimulai dari 0-6 bulan pemerian ASI ekslusif, lalu pada bulan ke-6 baru lah ditambahkan dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI). 

Untuk menjaga kuantitas ASI Ibu bisa melakukan beberapa cara, yaitu susui bayi sesering mungkin karena hukum stok ASI yaitu supply = demand. Jadi kosongkan payudara sesering mungkin atau jika bayi belum lapar bisa dipompa terlebih dahulu. Selain itu bisa dirangsang dengan pijat oksitosin, skin-to-skin, meminum asi booster yang kaya nutrisi, dan melakukan power pumping. Cara-cara diatas aku dapatkan dari membaca artikel tentang menyusui di ibupedia. Untuk menjaga kualitas ASI, Ibu disarankan untuk minum yang cukup dan makan makanan dengan gizi seimbang.

Fase MPASI

MPASI (Makanan Pendamping ASI) diberikan untuk mencukupi nutrisi bayi dimulai dari 6 bulan (rekomendasi dari WHO dan IDAI). Pemberian makan pendamping ASI ini dapat diberikan lebih cepat tergantung kesiapan anak itu sendiri (namun sebaiknya dikonsultasikan ke DSA terlebih dahulu). MPASI yang baik adalah makanan yang sarat akan makronutrien dan mikronutrien Selain memberikan makan sebagai 'bahan bakar' bayi, MPASI juga berguna untuk mengenalkan tekstur dan rasa.   

Sederhananya, pada masa ini ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seiring dengan berkembang aktifnya anak. Masa transisi dari ASI ke makanan keluarga ini terjadi pada sekitar anak berusia 6-23 bulan. 

Fase 1-2 Tahun

Fase ini adalah fase yang menantang. Anak semakin aktif dan mandiri sehingga sebagai orangtua kita harus belajar bernegoisasi dengan keinginan anak. Misalnya saja ketika kita ingin memandikannya anak sudah bisa menolak dan kabur. Perihal nutrisi, pada masa ini anak sudah bisa diberikan table food. Di usia 1-2 tahun, anak masih mendapatkan banyak manfaat dari ASI. Salah satunya adalah mendapatkan imun yang dapat memproteksi tubuhnya. Jadi, tetap semangat mengasihi dan makan makanan yang sarat nutrisi karena anak masih menyerap nutrisi dari ASI. 

Pemantauan Pertumbuhan Anak ; Deteksi Masalah Nutrisi Anak Sejak Dini

  Pemantauan pertumbuhan anak adalah cara untuk mendeteksi adanya masalah nutrisi. Pemantauan ini bisa dilakukan di faskes atau posyandu. Untuk tahun pertama pemantauan dilakukan 1 bulan sekali, sedangkan untuk tahun selanjutnya yaitu dipantau setiap 3 bulan. Dengan mendeteksi masalah sejak dini, maka anak mendapatkan penanganan yang cepat untuk keoptimalam tumbuh kembangnya.


Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Para Ibu tentunya sudah tidak asing dengan cara-cara ini karena biasanya dokter/bidan melakukannya ketika kontrol bulanan. Biasanya kita akan mendapatkan buku pink KMS (Kartu Menuju Sehat) yang salah satu kontennya adalah kurva pertumbuhan dengan indikator berat badan menurut usia. Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Indikator lain yang juga bisa digunakan yaitu tinggi badan menurut usia (TB/U) dan berat badan menurut usia (BB/U).

Untuk menjaga kestabilan status gizi dan keoptimalan pertumbuhan anak, maka untuk Ibu Menyusui tetaplah konsumsi makanan dengan gizi seimbang yang dibutuhkan ibu dan anak, sedangkan untuk yang sudah ada di fase MPASI agar terus menjaga menu yang disajikan untuk anak. 

Jurus Jitu Menepis Mitos : Tanyakan Pada Ahli dan Baca Referensi Terpercaya

Tidak dipungkiri selama kehamilan, menyusui, atau fase-fase selanjutnya kita seringkali masih bertanya-tanya tentang mitos/fakta. Kebahagiaan lingkungan sekitar akan kehadiran bayi sering mendatangkan nasihat-nasihat dari keluarga. Banyaknya sumber informasi yang kita terima juga membuat kita kadang bingung mana yang benar atau salah. Dulu sewaktu saya hamil sering sekali mendapat larangan dari orang sekitar.
 
"Jangan makan es nanti bayinya gendut"
"Jangan makan pedes kasihan sama bayinya"
"Bayi harus dibedong lurus"


Untuk mendapatkan informasi yang valid dan terpercaya maka tanyakan pada dokter/bidan atau bacalah buku dengan referensi terpercaya. Jangan hanya mendapat informasi dari 'katanya' atau 'kayaknya sih' karena alih-alih mendapatkan jawaban valid malah kita menjadi semakin bingung. 

Biasanya saya langsung bertanya dokter, bidan, membaca buku, memfollow dokter di sosial media, bahkan membaca artikel di internet. Salah satu website yang menyajikan informasi lengkap untuk para Ibu adalah ibupedia. Informasinya lengkap mulai dari kehamilan, kelahian, anak umur 1-2 tahun, sampai anak berusia 2-5 tahun. Artikel apapun mudah diakses melalui tabel search. Jangankan urusan anak, urusan keluarga dan inspirasi nama bayi pun tersedia. Saat ini mendapatkan informasi yang berkualitas merupakan suatu kebutuhan dan ibupedia menyediakannya.

Saya menyadari tidak semua orang mendapatkan akses informasi yang mudah. Faktor geografis atau tingkat pemahaman menjadi kendala. Maka pertukaran informasi menjadi penting bagi para Ibu. 



____________________________________________

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Ibupedia atas nama Anisa Nuha

Referensi 

Hanindita, Meta. Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Hanindita Meta. 78 Resep MPASI. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

https://www.ibupedia.com/artikel/kelahiran/9-tips-ampuh-melancarkan-asi-untuk-ibu-menyusui

Tidak ada komentar