Konsumsi Asupan Bernutrisi, Aku Pahlawan Anemia Defisiensi Besi

Kehamilan pertamaku memberiku banyak sekali pelajaran baru. Salah satunya meluruhkan ego bahwa sekarang semua bukan tentang aku, tapi juga anakku dan generasiku. Sebagai ibu hamil, aku ingin memberikan nutrisi yang terbaik untuk diriku dan janin yang akan berkembang didalam rahim. Semata-mata agar ia tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Jalan satu-satunya untuk memberikan nutrisi yang baik untuk janin selama kehamilan adalah melalui apa-apa yang dikonsumsi ibunya. Oleh karena itu dari awal kehamilan aku banyak bertanya kepada dokter, bidan, dan orang-orang di sekitar tentang asupan dan nutrisi apa yang harus aku konsumsi agar kehamilanku sehat baik untuk ibu dan janin.

Beberapa hal yang harus ibu hamil pertimbangkan adalah asupan nutrisi yang seimbang. Aku banyak mempelajari tentang nutrisi yang seimbang itu sendiri ; kecukupan asam folat, zat-zat yang dapat menghambat penyakit pada ibu dan janin, dsb. Sekarang aku sudah tidak bisa sembarangan makan. Misalnya asal-asalan makan dengan apa yang ku mau saja, namun juga harus lebih mempertimbangkan apakah makanan hari ini sudah mencukupi nutrisi yang aku butuhkan. Salah nutrisi yang aku perhatikan adalah Zat Besi. Zat Besi sendiri merupakan mikronutrient, yaitu zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh meskipun jumlahnya sedikit namun sangat penting. Jika tidak terpenuhi, kekurangan zat besi dapat mengakibatkan Anemia Defisiensi Besi. Nah, sebenarnya apa sih Anemia Defisiensi Besi itu?

Anemia Defisiensi Besi : Pengertian, Gejala, dan Dampaknya Untuk Ibu Hamil

Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan untuk mengikuti webinar dari Nutrisi Bangsa melalui kanal youtubenya dengan tema "Peran Nutrisi Dalam Tantangan Lintas Generasi". Selama sesi seminar banyak sekali ilmu tentang Anemia Defisiensi Besi yang dijelaskan ringkas dan mudah dipahami. Sesi ini dijelaskan oleh Dr.dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGk yang merrupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik. Disini aku akan sharing poin-poin penting yang dijelaskan oleh beliau di sesi webinar tersebut.

Anemia merupakan suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan dengan kadar normal yang menunjukkan kurangnya sel darah merah yang bersirkulasi. Anemia Defisiensi Besi merupakan anemia yang diakibatkan karena kekurangan zat besi. Disini aku banyak mengambil fokus pada kasus yang dialami ibu hamil sesuai dengan kondisiku saat ini. Ternyata, menurut data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 anemia pada ibu hamil meningkat dari tahun 2013 ke 2018 dari 37.1 ke 48.9. Kenaikan kasus ini merupakan angka yang harus diturunkan karena dampaknya yang tidak hanya buruk untuk ibu hamil, namun juga terhadap generasinya. 


Gejala anemia antara lain ; kelopak mata pucat, kulit pucat, nafas cepat/sesak nafas, kelemahan otot, sakit kepala, tekanan darah rendah, nadi cepat, dan pembesaran limpa. Sedangkan secara spesifik, gejala anemia pada ibu hamil antara lain ; kurang nafsu makan, lesu dan lemah, sering pusing, dan mata berkunang-kunang. Karena kurangnya kadar sirkulasi oksigen yang mengalir di sel darah merah kita, otomatis ibu akan merasa lemas dan gejala-gejala diatas menjadi alarm-nya.


Anemia pada kehamilam memiliki dampak seperti pre-eklamsia, infeksi, pendarahan pasca melahirkan, gangguan fungsi jantung, gangguan pertumbuhan janin, dan juga kelahiran bayi prematur. Tentunya kita semua ingin kehamilan yang sehat kan, Bun? Oleh karena itu kita bisa cegah anemia dengan memastikan asupan zat besi kita tercukupi.

Anemia Defisiensi Besi Merupakan Tantangan Lintas Generasi

Anemia Defisiensi Besi bukan hanya tantangan pada segmen umur tertentu, namun lintas generasi. Bisa dialami siapa saja ; mulai dari bayi, balita, remaja usia produktif, anak sekolah, ibu hamil, bahkan sampai lansia. Jika kita tidak mencegahnya, maka masalah gizi ini akan terus menjadi masalah serius. Misalnya saja ada seorang remaja produktif mengalami anemia, ketika dia hamil dan juga kekurangan zat besi maka akan mengalami gejala dan dampak seperti yang sudah dijelaskan di chapter sebelumnya. Lalu resikonya dia akan melahirkan bayi yang juga malnutrisi. Tantangan lintas generasi ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah maupun pihak-pihak yang mempunyai responsibility pada fenomena tersebut. Penyelesaian ini tentunya bisa dimulai dari diri sendiri. Untuk tahu kebutuhan kita, kita memerlukan edukasi. Edukasi ini bisa kita terima dari berbagai sumber. Misalnya untuk anak sekolah dapat diterima dari para ibu guru dan orangtua dan untuk ibu hamil mendapatkan edukasi dan pemantauan dari bidan/dokter.

Jalan Ninja Memotong Rantai Resiko Anemia Defisiensi Besi
  • Konsumsi Asupan Bernutrisi Besi


Salah satu penyebab terjadinya Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi. Zat besi merupakan nutrisi mikronutrient. Meskipun kebutuhannya tidak sebanyak makronutrient, namun perannya sangat penting untuk tubuh kita. Aku banyak mempelajari tentang resiko bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami ADB. Beberapa diantaranya adalah gangguan pertumbuhan dan juga IQ bayi rendah. Oleh karena itu asupan bernutrisi kini jadi salah satu fokusku. Dan mulai kehamilan bulan ke-7 dokterku juga mulai memberi vitamin khusus yang mengandung zat besi untuk kandunganku.

"Lalu jenis makanan apa yang kaya akan zat besi?"


Nah, makanan yang mengandung zat besi dibagi menjadi dua, yaitu heme dan non heme. Heme adalah asupan yang berasal dari hemoglobin hewan, sedangkan non-heme adalah asupan yang berasal dari tumbuhan. Sumber makanan heme bisa berasal dari hati ayam, daging yang berwarna merah, dan ikan salmon. Sedangkan makanan non-heme bisa berasal dari bayam, wortel, kangkung, brokoli, tahu, tempe, daun singkong, dsb. Sumber-sumber makanan kaya zat besi tersebut sangat mudah ditemukan di sekeliling kita dan sangat familiar di dapur kita. Oleh karenanya sebenarnya tidak sulit untuk memenuhi asupan zat besi asal kita mau dan tidak terlalu pemilih. 




  • Maksimalkan Penyerapan Zat Besi dengan Vitamin C
Vitamin C merupakan nutrisi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi sehingga lebih banyak zat besi yang dapat diserap oleh saluran cerna. Beberapa makanan sumber vitamin C diantaranya jambu biji, cabai, kiwi, strawberi, jeruk, tomat, dsb. Sumber-sumber diatas sangat mudah kita temukan dan konsumsi. Jadi, perhatikan juga nutrisi untuk membuat zat besi menyerap maksimal ya, Bun. Kita happy, janin pun happy. Kita sehat, janin pun sehat.

  • Hindari Konsumsi Sumber Penghambat Penyerapan Zat Besi 
Setelah kita memaksimalkan penyerapannya, maka kita juga harus mengurangi penghambatnya. Penghambat penyerapan zat besi (terutama non-heme) diantaranya fitat, tanin, polifenol, kalsium, dan seng. Nah, yang paling berat untuk aku salah satunya adalah teh. Ternyata teh merupakan salah satu penghambat yang ada di dalam teh yang disebut tanin. Tanin merupakan kelompok senyawa yang masuk dalam golongan polifenol (sumber : sehatqu.com). Selain teh, kopi juga mengandung tanin. Lalu, apakah ibu hamil tidak boleh meminum teh dan kopi? Boleh-boleh saja, namun harus dibatasi mengingat konsumsinya dapat menghambat penyerapan zat besi. 

Setiap bulan ibu hamil selalu dijadwalkan pergi ke faskes (bidan/dokter) untuk pengecekan rutin kandungan. Sebaiknya selalu konsultasikan masalah kehamilan termasuk nutrisi ke tenaga yang sudah ahli di bidangnya, sehingga kita mendapat arahan dari orang yang tepat. Tidak dipungkiri selama hamil pasti ada saja mitos-mitos dan anjuran yang kadang tidak logis. Misalnya saja tidak boleh makan hati ayam, padahal hati ayam kaya akan zat besi. Selain itu juga konsumsi rutin vitamin yang sudah direkomendasikan oleh mereka agar kehamilan kita sehat dan kuat, baik untuk diri kita sendiri dan bayi yang akan kita lahirkan.

 Danone Indonesia : Nutrisi dan Hidrasi Terbaik Untuk Bangsa

Danone Indonesia tentu sudah tidak asing lagi untuk kita. Beberapa produknya sering nangkring di rumah sehingga terasa dekat dengan masyarakat Indonesia. Misalnya saja untuk ibu hamil ada produk Lactamil untuk kebutuhan nutrisi additional. Yang paling mudah dikenali ada Aqua. Selain itu masih banyak produknya, yaitu SGM Eksplor, Bebelac Gold, Nutrilon, Nutrilon Royal (nutrisi melalui susu pertumbuhan), VIT, dll. Danone berkomitmen untuk mewujudkan "One Planet, One Health" sehingga nutrisi dan hidrasi merupakan fokus utamanya. Danone percaya bahwa kesehatan manusia dan planet saling berhubungan sehingga harus dijaga dua-duanya. Sebagai perusahaan makanan dan minuman adalah tanggungjawab Danone untuk memberikan nutrisi terbaik untuk bangsa da menjadi yang terdepan dalam revolusi makanan. Gerakan ini bertujuan untuk menerakan kebiasaan makan dan minum yang lebih sehat yang baik. Mereka mengajak kita sebagai anak bagsa untuk berpartisi da berkolaborasi agar tujuan mudah dicapai.

sumber : sdg2030indonesia.com

Goals Danone juga selaras dengan tujuan SDG (Sustainable Development Goals) di 2030. SDG adalah 17 goals yang disepakati para pemimpin dunia untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Salah satunya adalah goals nomotr 3 yaitu 'Good Health and Well-Being'

Untuk mencapai tujuannya, Danone telah menginiasi banyak kegiatan, salah satunya Isi Piringku yaitu suatu program yang mempromosikan konsumsi gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk anak usia 4-6 tahun melalui guru dan orangtua. Selain itu ada juga AMIR (Aksi Minum Air), Aksi Cegah Stunting, dan juga Warung Anak Sehat. 


Dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi kita turut berpartisipasi untuk mewujudkan planet yang sehat dan menjadi penghuninya yang sehat pula. Indonesia merupakan salah satu negara dimana remajanya mengalami defisiensi mikronutrient, salah satunya zat besi. Maka dengan gerakan kita memotong rantai penyakit lintas generasi, didukung tujuan salah satu perusahaan yang baik, maka diharapkan tujuan kita untuk menjadikan nutrisi anak bangsa yang sehat dan kuat semakin dekat dan terwujud. Remember mens sana in corpore sano? Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 

Untuk informasi, edukasi, dan isu mengenai gizi lainnya, kalian bisa mengunjungi @nutrisibangsa

____

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Nutrisi Anak Bangsa dengan tema "Putuskan Rantai Anemia, Hadirkan Indonesia yang Sehat dan Kuat" atas nama peserta Anisa Nuha

Tulisan dan visual merupakan kepemilikan pribadi dari anisanuha.com

10 komentar

  1. mantap Bunda, pengetahuan soal gizi itu penting apalagi di masa skrg, semangat menjadi Ibu Pintar ca

    BalasHapus
  2. Tetehhh rajin banget ikutan lomba ya semangat terus ya, good luck ❤️

    BalasHapus
  3. Anemia tuh kaya ga berat tapi bahaya. Mengurrangi kemampuan beraktifitas, jadi cepet capek, goodjob for informasinya kak annisa

    BalasHapus
  4. Penting bgt ini infonya, makasih udah share teh. Ternyata aku harus ngurangin minum teh nih, soalnya punya riwayat anemia. Padahal rutin bgt minum teh setiap hari nih

    BalasHapus
  5. Terimakasih banyak teh, infonya sangat bermanfaat jadi makin sadar zat besi sepenting itu.

    BalasHapus
  6. Mantap banget bumil penjelasannya detail dan mudah dipahami, bener bgt sih asupan gizi itu penting bgt apalagi di masa skrg ya

    BalasHapus
  7. waktu lagi hamil dulu bener2 deh lebih aware sama yg namanya asupan nutrisi, terutama zat besi. Thanks sharingnya Teh, sangat bermanfaat dan penjelasannya detail banget.

    BalasHapus
  8. Ini bermanfaat bengeut teh info nya, buat yang akan jdi bumil, btw sehat sehat, dan lancar ya bumilll

    BalasHapus
  9. semangat terus ya bermanfaat banget infonya

    BalasHapus
  10. Kalau baca ini jadi makin sadar dech, klo anemia itu gak bisa dianggap sepele, apalagi urusannya klo sama bumil ya. Semoga semua lebih peduli dan waspada terhafap anemnia ini.

    BalasHapus