2020 : Spasi Waktu Tak Terencana


 

Awal 2020 - Menjadi titik dimana ada beberapa momen aku menyempatkan menulis beberapa resolusi terencana. Tumbuh dari keoptimisan, harapan-harapan baik mulai muncul. Rencana manusia tersusun rapi, tapi ternyata kita tidak punya kendali penuh. Semesta menyertai.

Begini. 2020 menjadi tahun dimana aku berencana menikah. Tidak di awal tahun, namun di akhir, Meniti usahaku yang sudah berjalan dan diminati menjadi bekalku untuk menjalani kehidupan setelah menikah nanti. Tahun ini, rencananya aku akan mempersiapkan banyak untuk pernikahan. Namun timing itu mendadak berubah, lamaran dan pernikahan hanya berjarak 6 bulan dan segala persiapan sebisa mungkin harus diringkas dan disederhanakan.

"2020 akan menjadi milestone buatku. Mempunyai bisnis yang dirintis dari 0, menekuni blogging, dan menikah di akhir tahun", kataku. Tapi ternyata kata Tuhan."Bukan. Milestonemu tahun ini adalah menjadi istri orang dan amanah untuk menjadi Ibu. Akan ada kejutan-kejutan baru selanjutnya yang gak akan kamu duga..."

Aku pun menurut. Aku percaya apa yang direncanakan Tuhan pastilah yang terbaik.

Siapa sangka tahun ini akan menjadi nightmare untuk banyak orang? Rencana-rencana yang tertunda, kaeyawan yang di-PHK, usaha-usaha yang terpaksa tutup, dan banyak hal di luar kendali diri kita. Akhirnya kita berpikir untuk merubah strategi, semata-mata agar hari ini kita bisa bertahan hidup. Kesehatan dan kemampuan bertahan hidup menjadi kemewahan. Tanpa harus berharap lebih agar Tuhan jadikan kita sebagai manusia terkenal atau jutawan, kemewahan kita saat ini adalah 'sehat'. 

Lalu aku sadari, hari-hari yang aku anggap buruk kemarin ternyata menjadi hari paling aku inginkan hari ini. 

Beberapa bulan usaha orangtuaku tutup dan omset menurun, pekerjaan suamiku di-rolling, dan aku sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap lagi. Selama masa lockdown, kita tidak bisa kemana-mana. Masker menjadi senjata utama. Bertemu teman menjadi langka harganya. Acara ditunda semua."Pengen deh kaya kemarin pas Corona gak ada di bumi". Begitu harapan kita semua, kan? Meksipun hari-hari kemarin yang kita inginkan itu penuh dengan keluhan. Karena kemewahan selalu terasa saat kita punya keterbatasan. Saat ini kita diajarkan untuk menghargai waktu. 

Tahun ini adalah spasi waktu tak terencana. Pun spasi yang terasa lama. Mobilitas yang terbatas dan sejuta kali kita bertanya kapan pandemi ini berakhir membuat waktu terasa lama sekali berjalan. Namun sekarang di hadapanku ada suami dan calon bayi. Ada dua orang yang membuatku untuk belajar menghargai apa yang terjadi hari ini. Momen-momen yang tidak bisa diulang dan tumpuan yang mereka taruh di pundakku. Aku harus kuat, karena kami saling bergantung satu sama lain. Spasi yang terasa lama ini menjadi sangat bermakna, karena kami diberkahi kemewahan 'sehat' yang saat ini semua orang inginkan..

___

Artikel ini merupakan kolaborasi antara anisanuha.com dengan komunitas Bandung Hijab Blogger

2020 juga memberi aku banyak pelajaran hidup untuk tetap menapak ke bumi dan mengapresiasi bahwa aku hidup di hari ini. Ini udara baik yang diberi Tuhan, yang aku hirup, yang aku terima, yang membuatku hidup, yang membuatku bersyukur. Begitu kira-kira.

Tidak hanya baju yang perlu kita ringkas, kehidupan sosial pun juga. Kita harus bisa menerima, bahwa kita tidak bisa menyenangkan banyak orang, pun sebaliknya. Beberapa orang yang pergi dari kehidupan kita, ya sudah saatnya pergi seperti halnya baju yang harus aku keluarkan dari lemari. Kita juga harus bisa menerima, bahwa kita bisa berbuat salah, begitu juga orang lain. Mulai bisa menerima kesalahan dan memaafkan, meskipun kita tidak bisa melupakan.

Bukankah ringkas membuat hidup kita lebih mudah untuk mengaturnya ? 

Tidak terlalu banyak yang aku pelajari. Yang ku tahu, setiap hari prioritas orang selalu berubah. Untuk sekolah, untuk pekerjaan, untuk anak, untuk orangtua - macam-macam rupanya. Tidak apa-apa kalau misalnya hidup tidak seseru dulu. Keseruannya tidak harus sama. Nanti kita juga tahu.

2021 melambai menyambut kita semua. Hanya kepasrahan dan doa yang baik-baik kita ucapkan agar hari-hari ke depan semakin baik dan kita bisa melewatinya. Amin.


3 komentar

  1. Tahun Nightmare bagi semuanya Nisss, tapi bagaimana kita bisa melewati nightmare itu yang akan membawa kita terus hidup dengan bahagia kedepannya. Semangat buat kita semuaa.

    BalasHapus
  2. Semoga kita bisa mengambil hikmah di balik terjadinya pandemi ini ya...

    BalasHapus
  3. Semangat bumil...semoga nightmare ini bisa segera terlalui dan Allah mampukan kita semua yess. Aamiin

    BalasHapus