Jurnal : Insecure? Ah itu mah kamu yang iri aja kali!

Suatu ketika aku membaca sebuah kicauan di twitter. Kurang lebih bunyinya 'Apa-apa insecure. Liat yang sukses dikit insecure. Ah itu mah lo nya aja kali yang iri!'

Sebagai orang yang pernah di posisi 'dikit-dikit insecure' aku mulai tergerak untuk memberikan satu penjelasan bahwa perasaan insecure tidak muncul karena iri. Insecure adalah perasaan tidak aman. Perasaan dimana kita selalu merasa kurang dan serba tidak puas dengan diri kita sendiri. So, masalahnya sebenernya ada di dalam diri kita sendiri.

Salah seorang pria membalas cuitan tersebut dengan penjelasan yang kurang lebih begini ; Kenapa sih insecure selalu diindikasikan dengan kepribadian yang lemah banget? Gak! orang insecure gak selalu begitu.

//

Aku patut berterimakasih kepada fitur mute di whatsapp story maupun igs. Alasannya simple, dia seringkali menyelamatkan perasaan kita yang sedang kacau. Tadi siang aku baru aja baca caption dari mbak-mbak yang jujur kepada seseorang yang dia kagumi. Katanya, dia sempat mute post dan storynya. Alasannya karena dia merasa orang yang dia kagumi ini kok sukses dan mempesona banget yang bikin dia kalau liat story orang tersebut mendadak insecure.

I 100% can relate. Begini, beberapa waktu lalu aku nge-mute post dan story salah satu temenku. Alasannya, setiap aku melihat postingannya aku selalu merasa tidak puas dengan diriku sendiri. Kok hidupnya perfect banget ya? Udah cantik, pinter, dikagumi banyak orang, bisa ini, bisa itu, sekalinya nikah bisa langsung 'mapan' sesuai standar masyarakat. Pokoknya hidupnya on track banget, deh. Untuk mbak-mbak yang ngetwit insecure sama dengan iri mungkin akan bilang "Ah itu mah kamu yang iri aja kali! Hidup apa-apa gak usah dibawa iri say. Makanya kerja dong biar kaya dia!"

Keputusan kita untuk mute atau unfollow itu pilihan kita sendiri. Salah satunya untuk menyelamatkan kekacauan perasaan kita. Kadang, aku juga mute story orang yang kuanggap racun. Daripada setiap lihat postingannya hatiku mendadak julid, pilihan untuk tidak melihatnya adalah keputusan yang tepat. Sama seperti perasaan insecure tadi, biasanya akan ke unmute lagi ketika aku merasa diriku sudah siap.

Menurutku, perasaan insecure ini ada ketika aku menaruh ekspektasi tinggi terhadap diriku sendiri. Misal, aku expect diri aku ini udah bisa melakukan sesuatu di umurku yang 23. Lalu, di umur segitu ternyata aku belum bisa melakukan hal itu. Nah liat temen yang ternyata bisa melakukan hal tersebut bahkan lebih di umur yang sama suka bikin aku mendadak inscure dan nyalah-nyalahin diri sendiri dan tuh kan dia bisa, kamunya aja yang gak bisaan. Guys, serius deh. Disalah-salahin sama diri sendiri tuh lebih menyiksa daripada disalahin orang lain wkwkwk. 

Dulu selalu bilang 'orang lain bisa, kenapa kamu engga', kalau sekarang 'kalau udah ada orang lain yang bisa, kenapa harus kamu?' wakakak mantap soul.

//

Inti dari segala inti, insecure tidak sama dengan iri. Dan aku percaya, setiap orang punya perasaan insecure dan levelnya sendiri. Ada yang merasa tidak aman dengan fisiknya, finansialnya, atau karirnya. Perasaan ini juga gak mengindikasikan bahwa seseorang lantas lemah banget. Aku bisa bikin sanggahan bahwa ketika aku insecure, gak lantas bikin aku yang mojok sendirian dan jadi manusia klemar-klemer. Perasaan ini adalah bagian dari proses imho. Proses jadi mempelajari diri sendiri bahkan jad motivasi kita untuk memperbaiki cara pandang kita terhadap hidup.

// 

Social standard is social standard. Karena memang faktanya, standar masyarakat ini yang bikin kita seringkali jadi merasa tidak aman. Tapi, tidak memenuhi standar juga bukan sesuatu yang salah-salah banget, kok. Kita akan selalu on time dan gak harus sama. Misal aku dapet pekerjaan di umur 23 dan kamu 25 gak dosa juga kok hahaha. 

//

Dalam perjalanan mencari jati diri dan menumbuhkan percaya diri, aku selalu percaya kalau jalan hidup kita atas apa yang kita jalani dan usahakan adalah cara kita mencintai hidup. Gak usah buru-buru. Gak usah terlalu 'ngoyo' juga. Cara kita mencintai hidup adalah salah satu wujud syukur kita sama Yang Memberi Hidup. Ahsiaaappp.

//

Dulu, aku selalu punya pandangan 'Pas kamu diem aja, orang-orang udah pada lari'. Sekarang dengan segala ke-slow-living-an-ku, aku jadi mikir 'Kalau orang lain pada lari, kenapa kita gak jual es teh aja?'

Cause, cuan is lyfe~

Seqian.




Tidak ada komentar