Berterimakasih Kepada 2019

2019 merupakan tahun penuh makna buat aku. 

Kilas balik ke tahun 2018, tahun dimana aku mengalami satu milestone dalam hidupku ; wisuda. Rasanya lega, haru, senang. Menutup tahun dengan dengan satu sejarah bahwa aku pernah kuliah di Jatinangor, aku pernah lulus cumlaude dengan IPK pas-pasan, aku punya banyak teman, aku akhirnya menjadi sarjana.

Lalu, membaca kembali resolusiku di awal tahun 2019 : fokus, belajar, dan belajar. Hanya itu yang aku mau. Fokus dengan kegiatan magangku di satu perusahaan swasta, fokus menciptakan tulisan yang bagus, dan belajar dengan banyak cara. Targetku kala itu hanya 'belajar'.


Ternyata satu mantra 'FOKUS' ini membawaku pada perjalanan-perjalanan yang tak terduga. Sedikit flashback, saat itu mimpi yang ku sederhanakan menjadi beberapa saja ternyata dimulai dari nasihat 'terlalu banyak hal yang ingin kita lakukan terkadang membuat kita bingung mau mana dulu yang dikerjakan.' Dan mantra itu berhasil.

Fokus Pekerjaan Membuatku Mendapatkan Skill Baru

Di kalangan teman-teman dekatku, aku terkenal paling gak bisa masak. Bisa sih kalau cuma masak sop sama sambal bawang. Tapi jujur, suka capek banget pas masak. Terus ujung-ujungnya males belajar lagi. Tapi karena aku fokus dengan pekerjaanku, aku jadi banyak belajar dari customer yang aku kunjungi, terus jadi penasaran banget sama bikin kue dan sejenisnya. Alhasil, aku sekarang lagi fokus banget belajar bikin roti-rotian. Pokoknya jadi cinta banget. Dan karena itu another surprise comin' ; aku berani jualan donat buatanku sendiri. W0w. Terkejud kan? Hahaha.

Alhamdulillah, masa magangku setahun ini selesai. Ini saatnya aku melangkah dengan mimpi baruku untuk menerapkan pengetahuan akademisku di bidang bisnis. Doakan ya semoga berkah.

Yay! Akhirnya Aku Bisa Melihat Tanpa Kacamata

Beberapa dari kalian mungkin tahu, bahwa tahun lalu aku melakukan tindakan lasik mata. Tepat di bulan November tahun ini, setahun sudah itu berlalu. Akhirnya mataku bisa melihat dengan jelas dan akhirnya juga aku sudah diizinkan untuk berenang. Alhamdulillah pokoknya bersyukur banget bisa lepas kacamata :)


Semakin Dewasa dalam Berpikir

Rentang 2019 awal-2019 akhir, aku ngerasa kedewasaanku melesat jauh. Jauh banget! Sekarang aku percaya, kedewasaan berpikir orang bekerja memang sangat berpengaruh, Tanggungjawab kita terhadap diri kita membuat kita jadi makin bisa survive dalam hal apapun ; hubungan asmara, pilihan pekerjaan, kestabilan finansial dsb.

Sekarang aku jadi makin menyadari makna bertanggungjawab kepada diri sendiri. Baik buruknya hal dari hasil 'kesepakatan-dengan-diri-sendiri' adalah tanggungjawab kita sepenuhnya. Tapi hal-hal baik dan buruk di luar kendali diri manusia juga banyak. Jadi ketika ada hal buruk datang, teliti lebih lanjut 'kenapa hal itu bisa dtaang?' agar kita gak terus-terusan nyalahin diri sendiri.

Wah masalah self-responsibility ini panjang banget kalo diceritain. Wal akhir, dewasa adalah karakter yang dibentuk melalui proses. Dan proses itu terkadang bernama masalah.

Semakin Tertantang Untuk Merintis Usaha Baru "Everything Sweet"

Bisnis bakery ini (agak) jauh dari mimpiku beberapa bulan sebelumnya. Sebelumnya, aku pengen banget membuka bisnis di bidang Mie Ayam. Tapi singkat cerita, dari arahan orangtuaku, aku akhirnya memutuskan membuka usaha baru diluar usaha orang tuaku, yaitu bakery. Jadi bisnis ini benar-benar berawal dari 0. Dari keluarga yang gak ada basic bikin roti, dari peralatan yang seadanya. Aku makin senang menantang diriku melakukan hal baru. Produk rilisan pertamaku adalah donat.

Inspirasi brand tersebut sudah ada sejak lama. Itu karena aku suka banget sama makanan yang manis-manis. Terus roti kan mostly rasanya manis. Jadi aku pengen ngasih brand dimana disini produk yang aku buat tuh manis dan selalu memberikan kesan buat hati pelanggan. Selain itu aku suka pc pembeli produkku apa yang kurang, karena selama perjalanan bikin donat ini aku selalu improve bahan dan alat agar produkku semakin 'mengesankan' dan manis di hati pelanggan. Ahshiaaaap!

Melawan Insecure 

Bagi beberapa teman dekatku, mereka pasti tau banget kalau aku anaknya insecure-an parah! Padahal akutuh virgo tapi kenapa bisa gini ya wqwq. Aku sering banget ngerasa gak lebih baik dari siapa-pun.. Apalagi kalau ketemu orang yang lebih 'wah' suka negrasa jadi orang paling useless di muka bumi.

Awal-awal tahun 2018, atas ajakan temanku, aku akhirnya ikut ajang pageant gitu. Pada saat itu aku bener-bener berusaha kerasa untuk melawan rasa takut dan rasa 'insecure' itu. Hasilnya? Aku gagal di babak semifinal, ditambah penialain juri yang 'jleb' buat aku. Rasanya gimana? TAMBAH INSECURE! Aku selalu bilang sama diriku 'Oh bakat kamu sampe sini aja? Kalah dong sama a b c d. Tuh kan kamu emang gak lebih baik dari siapa pun'. Akhirnya dari rasa sedih itu, aku suka curhat ke beberapa temen. Kenapa aku sebegitu sedihnya dengan diriku sendiri. Kenapa aku selalu merasa gak ada apa apanya. Kenapa? Dan aku bersyukur, temen-temenku tuh supportive dan baik banget. Nasihatin aku sampe membuat aku merasa lebih baik dan rasa cukup dan syukur sebenernya yang bisa menenangkan diri kita.

Beberapa jalan aku lakukan untuk menasihati diriku sendiri. Termasuk membaca buku. Buku favoritku tahun ini adalah buku yang berbau minimalisme dan 'Filosofi Teras'. Gak perlu aku jabarkan panjang lebar, aku senang tahun ini aku meluangkan untuk membaca buku mereka.

Gak mau berhenti disitu akhirnya aku bangkit. Beberapa lomba blog aku ikuti dan beberapa dari mereka juga membuahkan hasil. Aku jadi tambah percaya diri bahwa tulisanku dinilai 'bagus' oleh beberapa orang. Aku juga kadang menerima email dan DM dari orang-orang yang membaca blog-ku.

Alhamdulillah, aku harus banyak bersyukur. Aku sangat bersyukur tahun ini.

Menjadi Anisa Nuha yang Baru

2019 menjadi titik dimana aku merasa memperbaiki beberapa hal yang buruk dari hidupku. Misalnya sikap, cara berkomunikasi, cara berterimakasih, dsb. Semoga aku bisa menjadi pribadi lebih baik. Aku minta maaf jika aku pernah melakukan salah sama kalian. Semoga... semoga kelak, di akhirat nanti tidak ada satu orang pun yang tidak ridha ketika aku sudah berada di pintu surga.

Wal akhir, terimakasih 2019. Perjalanan terasa panjang sekali. Terimakasih sudah membuat aku lebih bijak dan luas melihat hidup. Terimakasih, ya.

____

Tulisan ini dibuat atas kolaborasi di Bulan Desember bersama Bandung Hijab Blogger

11 komentar

  1. Suksea terus bisnisnyaaa
    Aku jadi pengen nyicip donatnya ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  2. Wahh maapkan akupun juga yaa teh barangkali klo ketemu so jutek atau dgrup ada yg kurg berkenan ๐Ÿ™☺ mantab teh sukses bisnisnya.... mau donk diajarin bikin roti ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    BalasHapus
  3. Sukses ya buat bisnisnya teh ..semangat๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah 2019 luar biasa..sukses Terus Bisnisnya.. Ya say๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  5. Waah alhamdulillah semalat ya teh udah bisa bye bye sama kacamata hehe.. semoga tahun depan jd peibadi yabg terus bertumbuh ya teh..

    BalasHapus
  6. Doaku selalu buat icha dan "Everything Sweet". Semoga lancar usahanya yah. Inget cha, awal2 usaha tuh yang dibutuhin mah kegigihan. Pasti ada up and down, cuma yang konsisten yg bisa bertahan.

    BalasHapus
  7. Aku penasaran sama filosofi teras. Bagus gak beb?

    BalasHapus
  8. Yaampun bener banget teh, komitmen buat selalu fokus kalo dijalankan dg baik pasti hasilnya luar biasa. Tp aku masih blm bisa:(

    BalasHapus
  9. jauh di lubuk hati aku, jujur kagum banget sama kamu Ca yang awalnya magang tapi sekarang bisa buka usaha, aku doain jadi yang terbaik buat dibidang usaha, kabar kabari kalau butuh bantuan, semangat. Love from Bandung

    BalasHapus
  10. Kadang aku suka ngeluh sama masalah-masalah yang datang, tapi pas baca ini aku baru sadar kalau masalah itu ada untuk kita menjadi dewasa. Semoga usaha nya lancar ya teh

    BalasHapus
  11. Pengalamannya sangat berharga sekali ya kak untuk pribadi, sekaligus buat para pembaca blog ini

    BalasHapus