Langkah Inkubasi demi UMKM yang Melesat dan Mandiri


Setiap bicara tentang UMKM, hati saya selalu membuncah ria. Bagaimana tidak? Karya tulis dan skripsi saya sama-sama mengambil sampel UMKM. Selain itu, pekerjaan saya saat ini magang sebagai Asisten Konsultan UMKM. Saya adalah alumni IKOPIN (Institut Koperasi Indonesia) yang berada di Jatinangor. Istilah 'Inkubasi Bisnis' sungguh sangat tidak asing di telinga saya. Bahkan, dosen pembimbing saya dulu adalah Direktur PIBI (Pusat Inkubasi Bisnis Ikopin). Selama bimbingan, saya sering diceritakan pengalaman beliau dalam mendampingi produk UMKM. Produknya bukan kaleng-kaleng, beberapa dari mereka adalah UMKM yang bergerak di bidang teknologi juga, lho.

Di tulisan saya kali ini, saya ingin lebih dalam memberi ruang pembahasan tentang 'Inkubasi Bisnis'. Saya beberapa kali datang ke Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto. Salah satunya adalah dalam rangka mengambil rapot koperasi yang saya juga ikut serta mendampingi penilaiannya.  Dari beberapa kali kunjungan saya kesana, akhirnya saya mengenal PLUT-KUKM DIY.  PLUT adalah singkatan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Salah satu fungsi dari PLUT adalah sebagai inkubasi bisnis bagi koperasi dan UMKM agar segera naik kelas. Dengan ini pemerintah memberikan kemudahan bagi siapa saja pelaku UMKM untuk belajar agar usaha mereka melesat dan mandiri. Saat ini Kementerian Koperasi dan UMKM telah mendirikan 42 Gedung PLUT-KUKM DI 42 Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia. Terhitung sampai saat ini sudah 5.500 UMKM dari 33 Provinsi yang telah menjadi bagian dari PLUT-KUKM. Artinya, adanya institusi ini sudah disadari keberadaannya dan telah memberi dampak untuk banyak orang/rumah usaha.

Program Inkubasi Bisnis PLUT-KUKM DIY

Secara istilah, inkubator artinya tempat untuk mengerami dan meneteskan telur. Suhunya disesuaikan dengan kebutuhan ayam untuk menetaskan telurnya. Analogi ini yang digunakan dalam istilah 'Inkubator Bisnis', sedangkan inkubasi adalah prosesnya. Inilah yang diterapkan dalam program Inkubasi Bisnis PLUT-KUKM DIY agar kelak UMKM mitra binaannya dapat menetas sesuai kebutuhan dengan lebih cepat dan baik.

PLUT-KUKM sifatnya stimulus. Artinya, tugas mereka adalah memberi rangsangan agar KUKM dapat berkembang, selanjutnya tanggungjawab diserahkan kepada masing-masing KUKM. Menurut slogan di website PLUT-KUKM, tugas mereka adalah melayani, mendampingi, dan memberi solusi. Yang paling membantu untuk semua sektor usaha mikro, service yang diberikan sifatnya GRATIS! Tujuan diberikannya fasilitas pendampingan tersebut bertujuan agar KUKM memiliki beberapa nilai, antara lain :

  • Produktivitas
  • Nilai Tambah
  • Kualitas Kerja
  • Daya Saing

Pelayanan yang PLUT-KUKM berikan antara lain : Coaching Bisnis, Pelatihan, dan Inkubasi Bisnis. Materi yang diberikan pun banyak macamnya. Seperti istilah inkubasi yang memberikan tempat untuk 'mengerami' dan disesuaikan dengan suhu yang dibutuhkan, PLUT-KUKM memberikan pendampingan dalam hal, sebagai berikut :

  • Produksi
  • Pemasaran
  • Pembiayaan
  • Pengembangan SDM
  • Teknis & Manajerial
  • Kelembangaan 

Sampai saat ini, sudah 3000++ UKM DIY yang telah bergabung dengan PLUT-KUKM DIY.

Dampak Inkubasi Bisnis dalam Mengajak UKM Menjadi Kreatif dan Mandiri



Hari pertama datang ke acara Gelar Produk Pelaku UMKM, mata saya langsung tertuju ke Omah Jogja. Sebagai pecinta kopi, saya langsung beli kopi macchiato-nya. Rasanya enak, gak kalah sama kafe-kafe kekinian. Harganya juga terjangkau, hanya Rp 9.000 rupiah. Yang bikin kopinya enak juga penjualnya yang ramah, Bu Cecilia namanya. Beruntung, saya sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada beliau.

Produk Omah Jogja menjual minuman kemasan seperti foto diatas dan juga minuman dalam bentuk bubuk. Menurut penuturan Bu Cecilia, usahanya baru berdiri satu tahun yang lalu dan baru bergabung di PLUT-KUKM di bulan Mei lalu. Saya kembali bertanya,"Baru Mei kemarin, Bu? Baru sebentar, ya. Jadi ini kemasannya juga dapat binaan dari PLUT juga, Bu?". Bu Cecil menjawab dengan ramah,"Iya, Mba. Soalnya gabung di PLUT ada banyak pelatihan, terus produk saya juga diajak untuk bazar di acara ini."

Produk Omah Jogja merupakan satu UMKM yang mewakili jawaban atas rasa penasaran tentang langkah dan dampak yang selama ini PLUT-UMKM tawarkan kepada pelaku usaha mikro. Dampak 'menetaskan telur' yang mejadi misi Inkubator Bisnis PLUT-UMKM DIY sudah terbukti. Selain diajari untuk bagaimana memulai dan menjalankan bisnis, mereka juga diberi ruang untuk memaerkan hasil produksinya.

Lalu, di hari kedua, saya bertemu dengan Ibu Wutri Wulani. Beliau adalah pemilik Luve Garden yang mengolah hasil kebunnya. Sungguh kreatif ketika hasil olahan kebunnya dapat menjadi hasil konsumsi yang mempunyai nilai jual. Berbeda halnya Bu Cecilia, Bu Wutri sudah bergabung PLUT-KUKM DIY sejak setahun yang lalu. Beliau begitu semangat ketika menjelaskan produk-produknya kepada saya. Saya pun tertarik membeli hasil olahan Bu Wutri yang enak. Saya mencoba minuman Aloe Vera-nya. Enak banget!


Dampak yang paling bisa dilihat menurut saya adalah cara mereka berjualan, packaging produk, dan semakin dikenalnya produk yang UMKM berikan. Kedepannya semoga lebih banyak UMKM DIY yang bergabung dan merasakan dampak positif dengan adanya PLUT-KUKM DIY.

UMKM Bravo!

Peran Koperasi dalam Mengajak UMKM Bergotong-Royong


"Gotong royong ciri pribadi..."
Begitulah lirik dari Mars Ikopin, almamater saya. Bukan karena saya 'overproud' dengan itu, tapi nilai gotong royong inilah yang sering diajarkan oleh dosen-dosen saya agar menancap bahwa konsep koperasi adalah bergotong-royong.

Sebagai anak magang yang tugasnya adalah mendampingi UMKM, saya jadi belajar banyak tentang konsep Koperasi dan UMKM. Yang saya pelajari, beberapa UMKM membuat paguyuban dan koperasi agar mereka semakin maju. Pada dasarnya, koperasi dibentuk atas asas kekeluargaan untuk mencapai kesejahteraan anggotanya. Kemandirian UMKM untuk membentuk sebuah wadah yang dikelola secara mandiri (dalam hal ini koperasi) dan bersama-sama mencapai cita-cita 'kesejahteraan bagi anggota' merupakan peran yang apik.

Saya ambil contoh KOPAROMIEYO (Koperasi Pengrajin Mie Yogyakarta) yang sampai saat ini konsisten menjalankan koperasi dan bersama-sama maju tanpa harus 'sikut-sikutan' satu sama lain. Selain mendapat benefit secara emosional, mereka juga mendapat benefit finansial dalam pengelolaan keuangan yang diberikan dalam bentuk SHU.

Event | Gelar Produk Pelaku UMKM Bikin Produk UMKM Makin Ter-expose



Hari pertama acara Gelar Produk Pelaku UKM dimulai, saya datang terlalu sore. Alhasil beberapa booth sudah tutup. Tetapi gak terlalu bikin saya kecewa, karena sempat jajan kopi dan melihat performance musik sebentar. Acaranya berlangsung di Alun-alun Sewandanan, tepat di depan Kraton Pakualaman. Di hari tersebut saya juga melihat beberapa peserta yang sedang memotret untuk ajang Lomba Foto event ini.

Hari kedua, saya memutuskan untuk datang kembali untuk mengobati rasa penasaran saya. Berhubung hari ini terakhir, saya kaget. Ternyata ramai sekali. Selain bazaar, acara ini juga diramaikan penampilan budaya seperti Jathilan dan Kirab yang diadakan oleh Dinas Pariwisata. Tidak mau sekedar 'ngeces' karena melihat bazaar, akhirnya saya kalap belanja lagi.

Sinergitas acara tersebut yang membuat acara semakin ramai. Selain itu, peserta lomba juga membuat acara makin terekspos karena nanti pada akhirnya mereka akan membagikannya lewat sosial media. Alhamdulillah super bahagia karena akhirnya bisa menjadi 'anak jajan' selama dua hari bazaar hehe.

Untuk melihat bagaimana ramainya acara tadi siang, teman-teman semua bisa lihat vlog singkat saya di video dibawah ini :


Nah, gimana menurut kalian? Seru banget kan acaranya? Semoga UMKM terus jaya, makin melesat dan mandiri agar perekonomian dan kesejahteraan bangsa  dapat dirasakan oleh rakyatnya.

Hidup UMKM, Hidup Indonesia!



                                                                 ____________

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Gelar Produk-Produk UKM oleh PLUT-KUKM DIY 2019
Ditulis dan Dipublikasikan oleh Anisa Nur Hidayah

You Might Also Like

3 komentar

  1. Assalamualaikum..

    Salam ukwah dari saya untuk anda..

    Jom follow blog saya iya seo dan

    saya sudah follow blog anda #27

    Tinggalkan komen dan saya akan cuba membalas komen anda..

    Saya akan berusaha membalas kunjungan anda jika berkesempatan..

    Komen yang baik2 sahaja ye..

    Semoga ikatan ukhwah kita akan berterusan..

    Terima kasih sekali lagi..ya

    BalasHapus
  2. Tulisannya sangat bagus. UMKM indonesia harus maju dan didukung, salah satunya dengan kemasan menggunakan kertas seperti paper bag, dan pemasaran digital

    BalasHapus