Event | Harnas UMKM 2019 Mengajak UMKM untuk Naik Kelas


UMKM seringkali digambarkan sebagai usaha yang memiliki manajemen tradisional. Hal ini disebabkan umumnya praktik UMKM di Indonesia mempunyai praktek dengan keterbatasan sumber daya didalamnya. Misalnya saja dari sumber daya SDM dan pengelolaan manajemennya. Umumnya, UMKM juga masih dikelola oleh perorangan (one man show) yang masih menganut pola manajemen tertentu.

Era digital 4.0 dan keadaan market yang kompetitif memberi tantangan tersendiri untuk pelaku-pelaku UMKM. Beberapa upaya pemerintah dalam mendampingi UMKM dilakukan dengan banyak cara. Inkubasi bisnis, seminar bisnis, dan membuat wadah untuk menampilkan produknya pun dilakukan. Seperti hari ini ketika saya berkesempatan untuk hadir secara langsung di Event Harnas UMKM 2019. Acara tersebut dilaksanakan tidak lain bertujukan untuk memberdayakan dan mengajak mereka untuk naik kelas.

Event Harnas UMKM 2019 dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya di Dinas Koperasi UKM D.I Yogyakarta. Berita baik bagi pelaku UMKM karena mereka punya pesta. Siapa yang tak suka diapresiasi, acara sebesar ini melibatkan stakeholder yang kita patut mencuri ilmu dan kesempatan baik didalamnya. Acara ini berlangsung pada 3-6 Agustus 2019. Saya menyambutnya dengan sukacita, apalagi dunia saya sangat dekat dengan dunia UMKM. Orangtua saya pelaku UMKM dan saya sendiri saat ini sedang magang sebagai Asisten Konsultan UMKM di suatu perusahaan swasta.

Stand UMKM di Event Harnas UMKM 2019 yang diisi oleh produk kerajinan, oleh-oleh, dan fashion

Di Instagram @harnasumkm sudah diinformasikan bahwa rangkaian acara Harnas UMKM ini akan diisi oleh speaker yang luar biasa. Rangkaian acaranya sangat menarik, diantaranya :
  • Seminar Nasional UMKM Kuat Bangsa Berdaulat
  • Expo Produk Kreatif dan Siap Ekspor
  • Festival Oleh-oleh Nusantara
  • Bursa Platform UMKM
  • Pasar Kopi Nusantara
  • Kelas Peningkatan Kapasitas Pelaku dan Pendamping UMKM
  • Panggung Hiburan dan Aneka Lomba

Event Harnas UKM 2019 Berlangsung Meriah


source : www.harinasionalumkm.com

Kolaborasi, Ekspose, dan Networking adalah misi yang dibawa Harnas UKM. Misi-misi tersebut yang diharapkan dapat mendongkrak UMKM lebih maju lagi. Acara ini membawa misi empowerement yang sungguh energinya luar biasa.

Para audience sangat antusias mencuri ilmu dari pembicara di Harnas UMKM 2019

Kemarin, 4 Agustus 2019, saya hadir di acara seminar yang berlangsung di mainstage. Saya lupa siapa tepatnya pembicara yang sedang berbicara di depan, yang saya ingat beliau menuturkan bahwa keadaan saat ini UMKM berada di posisi yang kuat namun sayangnya seringkali masih sikut-sikutan. Beberapa korporasi dengan produk serupa sudah melek tentang 'networking' dan kolaborasi sedangkan para UMKM ini masih sering 'serik-serikan' satu sama lain. Maka, adanya seminar bisnis dan inkubasi bisnis serta beberapa platform yang turut hadir di event tersebut diharapkan dapat menjadi alat UMKM untuk terus sensitif dan siap pada dinamika bisnis di era yang semakin kompetitif.


Selain stand yang bertujuan untuk lebih mengekspos produk, di acara ini juga terdapat bursa platform. Beberapa diantaranya adalah Avana sebuah layanan pembuatan platform digital dan stand konsultasi kemasan. Sungguh ini membuat saya takjub. Zona tersebut sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sudah seharusnya pelaku UMKM lebih aware terhadap detail packaging dan juga bagaimana merambah market secara digital.



Sebelum pulang saya disuguhi oleh penampilan biola dari adik-adik kecil yang sangat menggemaskan. Foto dibawah ini merupakan hasil foto yang bisa saya abadikan dari 2 anak kecil yang sedang bersiap-siap di backstage.

________________________

Produk dan Stand Favorit Versi Saya Di Acara Harnas UMKM 2019

1. Kopi Nusantara


Yang membuat saya paling girang adalah bazar kopi nusantara. Sebagai pecinta kopi, saya jadi super penasaran. Ada dua booth kopi yang berada di samping panggung. Menurut saya, adanya bazar kopi ini bertujuan untuk lebih memberdayakan kopi lokal yang rasanya internasional. Kemasannya pun menarik. Aromanya yang menggoda membuat beberapa pengunjung penasaran ingin mencicipi. Selain menjual kopi, ada satu kopi yang bernama Coday Coffe Lab and Roastery menawarkan paket training barista dan juga manajemennya. Jadi selain diajarkan cara membuat kopi, kita juga bisa belajar bagaimana mengatur bisnis kopi ketika berjalan.




2. Avana

Salah satu preview produk yang dibuat oleh Avana.id

Produk favorit kedua saya jatuh kepada Avana. Pertama kali saya liat standing banner-nya, saya kira facebook. Ternyata mereka sudah bekerja sama dengan facebook. Jadi, Avana adalah produk penyedia layanan pembuatan digital market. Avana akan membantu kita untuk mendapatkan Webstore, Facebook Store, dan Messenger Store. Kemarin saya ngobrol banyak dengan Teh Pusvita yang banyak memberikan saya penjelasan tentang Avana ini. Kelebihan produk Avana adalah seller tidak perlu repot-repot merekap penjualan mereka karena sudah secara otomatis terekap. Selain itu, pembeli juga bisa langsung bertransaksi melalui Messenger. Wah super praktis, bukan? Paket e-commerce yang Avana tawarkan ada 3 paket yang terbagi menjadi Advance, Business, dan VIP. Beberapa client yang sudah memakai layanan ini adalah 2 brand fashion favorit saya dari Bandung, Gdas by Ghaida dan Amity.

Produk Avana ini sangat memudahkan UMKM yang ingin go-digital namun belum mengetahui bagaimana cara memulainya. Jangan khawatir! Di paket Business dan VIP, customer akan mendapatkan training juga, kok. Meskipun saya belum bertransaksi langsung disini, namun saya sungguh sangat tertarik dengan tawaran yang ia berikan.

3. Oleh-oleh Ampyang Coklat Bu Suharti


Satu toples kecil Ampyang Coklat diatas harganya hanya Rp 35.000. Langsung saya beli setelah mencoba tester yang disediakan di toples. Ini produk yang super inovatif. Saya sejujurnya tidak terlalu suka ampyang gula jawa yang manisnya terlalu bikin gigi saya ngilu. Namun, produk yang satu ini unik. Rasanya coklat banget tetapi manisnya sedang. Yang bikin jatuh cinta, ketika digigit renyahnya 'kress'. Kalau Bu Suharti membaca tulisan ini, saya berharap beliau tahu kalau produknya memang juara!

Di booth yang sama, juga terdapat produk sambal belut. Yang bikin saya salut, sambal belut ini produk yang sungguh sangat sederhana. Masakan rumahan banget. Akan tetapi di tangan pelaku UMKM produk ini bisa menjadi produk yang berkelas dan memiliki nilai jual tinggi.



4. Kurma Coklat @cemilanbuahjogja

Kecintaan saya pada coklat membuat kurma coklat ini mencuri perhatian saya. Saya sudah sering mencicipi kurma coklat. Namun, kurma yang dijual @cemilanbuahjogja ini memiliki rasa bervariasi. Kemasannya pun menarik. Super worth to buy dengan harga Rp 35.000 saya sudah bisa membawa satu toples kurma rasa strawberry. Penjualnya pun sangat excited ketika saya datang ke booth-nya dan memberi tahu bahwa produknya akan saya masukkan ke dalam list produk favorit saya. Ternya, sang Ibu penjual belum lama membuat instagram dan bilang kepada saya,"Saya baru bikin mbak soalnya katanya produk saya harus bisa go-online." Saya pun sungguh kagum dengan Ibu yang satu ini. Semangatnya dalam memasarkan produknya dan mengikuti arus jaman now yang semakin serba online terlihat dari caranya berbicara kepada saya. Jangan lupa dibeli, ya. Ini enak banget!


Produk-produk diatas merupakan bukti bahwa UMKM saat ini sudah melek tentang bagaimana mereka make a deal dengan perubahan perilaku konsumen saat ini. Dinamika jual-beli makin kompleks. Sudah saatnya kita tidak terlalu fokus pada masalah, tetapi mari fokuskan kepada solusi. Adanya Hari Nasional UMKM ini mengajak kita untuk belajar banyak. Apalagi 'muktistakeholder' merupakan alat dan cara untuk menaikan UKM menuju 'a-whole-new-level of Small-Medium-Enterprise' di acara ini. Saya pribadi mengucapkan Selamat Hari UMKM Nasional di bulan Agustus ini! Temen-temen jangan lupa datang ke acara Harnas UMKM 2019, ya! Ajak juga teman-teman kalian :)

Salam,
Anisa Nuha


__________

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Blog di acara Hari Nasional UMKM 2019. Ditulis dan dipublish oleh Anisa Nur Hidayah. 

Berikut bukti transaksi peserta di lokasi :






You Might Also Like

0 komentar