Konsep Zero Waste untuk Mewujudkan Zero Hunger di Dunia


2030 sudah tidak akan ada manusia kelaparan lagi di dunia? Mungkin gak, sih?

Misi Zero Hunger dicanangkan oleh United Nation dalam The Sustainable Development Goals (SDGs) yang dibagi menjadi 17 goals. Goals yang sudah dicanangkan ini bertujuan untuk menjadikan semua makhluk yang hidup di planet bumi memiliki keterjaminan kesejahteraan dan kenyamanan. 17 langkah dan tujuan ini hendaknya menjadi misi kita bersama sebagai manusia. 

Salah satu yang menjadi fokus diskusi saya disini adalah Goals 2 : Zero Hunger. Tujuan utama dari misi Zero Hunger adalah pada tahun 2030, di planet bumi tidak ada lagi orang kelaparan dan adanya jaminan ketahanan pangan. Misi ketahanan pangan ini merupakan tujuan yang berkelanjutan demi tersedianya makanan dan nutrisi yang layak setiap harinya. Misi ini didasari oleh kasus kelaparan dan ketidaktersediaan bahan pangan yang ada di bumi. Diperkirakan bahwa pada tahun 2017, sekitar 821 juta orang kekurangan gizi. Nutrisi yang buruk menjadikan beberapa diantaranya mengalami kematian. Sungguh ironis. 

Tentunya rasa empati kita harus dibarengi dengan langkah simpatis. Misi-misi dalam mewujudkan zero hunger adalah salah satunya. United Nations mengemukakan bahwa sudah waktunya untuk merenungkan kembali bagaimana kita mengkonsumsi makanan kita. Dengan memastikan bahwa cara kita benar, maka pertanian, kehutanan, dan perikanan dapat menyediakan makanan bergizi untuk kita semua. Makanan yang layak  bersumber dari petani-petani, peternakan, dan sumber-sumber lain yang menyediakan bahan pangan. Oleh karena itu, selain kita yang melaksanakan kebiasaan baik dari diri kita dalam mengonsumsi makanan, pemberdayaan ketahanan pangan pun kian digencarkan.

Bertemu dengan Zero Hunger Project di Yogyakarta



Saya ketika bertemu dengan Rahma, Founder of Zero Hunger Project


Untuk mewujudkan cita-cita dunia ini, maka diperlukan beberapa gerakan. Salah satu gerakannya yaitu campaign kepada masyarakat luas betapa pentingnya merubah kebiasaan kita dalam mengkonsumsi makanan dan mensosialisasikan tentang apa itu Zero Hunger.

Beruntung, pada hari Senin 29 Juli kemarin saya bertemu Rahma yaitu Founder dari Zero Hunger Project di sebuah kedai kopi di dekat kampusnya. Saat ini Rahma masih berstatus sebagai mahasiswi Pertanian UGM. Campaign nyatanya tentang Zero Hunger yang membuat saya tertarik untuk mewawancarainya secara langsung.

Komunitas Zero Hunger Project berdiri pada tahun 2018 ketika Rahma masih berstatus sebagai mahasiswa semester 3. Awalnya Zero Hunger Project hanyalah sebatas proyek dalam SP2KM (Sahabat Percepatan Peningkatan Kepemimpian Mahasiswa). Namun, setelah proyek berakhir, didorong oleh semangat teman-temannya maka Rahma berinisiatif untuk menjadikan proyek ini melebar menjadi komunitas. Dalam waktu sekali open recruitment for volunteer, Zero Hunger Project bisa mengajak 60 mahasiswa untuk menjadi campaigner.

Campaign Zero Hunger Project dimulai dengan merubah kebiasaan makan. Tahu gak, sih? Data dari Organisasi Pangan Dunia memberi angka bahwa setiap tahun sebanyak 1,3 miliar sisa makanan dibuang begitu saja. Jumlah tersebut setara dengan sepertiga jumlah makanan yang diproduksi setiap tahun. Ketersediaan pangan di dunia habis karena kebiasaan buruk manusia. Artinya, makanan yang seharusnya bisa menutup angka kelaparan dihabiskan begitu saja dengan kebiasaan membuang makanan. Mirisnya, Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua sebagai negara yang membuang makanan terbanyak.



Isu tersebut ditanggapi serius oleh Zero Hunger Project dengan berkolaborasi dengan Gifood. Gifood adalah sebuah platform yang menghubungkan orang-orang yang mempunyai sisa makanan berlebih dengan orang-orang yang membutuhkan. Untuk mewujudkan Zero Hunger ini maka mereka menerapkan konsep Zero Waste agar tidak akan ada lagi makanan yang tersisa. Kolaborasi ini adalah duo campaign yang disatukan karena pada dasarnya Gifood hadir didasari oleh Goals 12 : Responsible Consumption and Production.


Zero Hunger Project ketika sedang mengadakan sosialisasi di sebuah foodcourt

Pada pertemuan saya dengan Rahma, saya diberikan sebuah kotak makan kecil souvenir Zero Hunger Project dengan Gifood. Pemberian kotak makan ini bertujuan agar dimana pun kita pergi dan makan, jika ada makanan sisa nantinya tidak akan dibuang. Saya sungguh kagum sekali dengan gerakan mahasiswa yang sangat memberi impact positif untuk masyararakat sekitar.

Sepulang pertemuan saya dengan Zero Hunger Project saya berpikir kembali -- Mungkin gak dunia akan bebas dari kelaparan pada tahun 2030? Setelah saya mendapatkan insight dari pertemuan tersebut, saya optimis bahwa menekan angka malnutrisi, ketahanan pangan, dan pemerataan pangan akan bisa dunia lakukan jika kita merubah cara kita dalam mengkonsumsi makanan. Selain itu, pemberdayaan pemasok makanan seperti petani juga dijaga agar makanan yang kita konsumsi tetap bernutrisi. Terkadang kita tidak menyadari, bahwa sekecil apapun hal yang kita lakukan akan berpengaruh untuk dunia. Dari campaign ini saya percaya, bahwa hal kecil jika dilakukan bersama-sama nantinya akan menjadi hal besar nantinya.


Kalau menurutmu, apa hal kebiasaan kecilmu yang bisa merubah dunia? 







You Might Also Like

1 komentar

  1. Bener banget Kak. Kalau nggk dimulai dari langkah kecil, trus mau kapan lagi? Yaa kan :")

    Terima kasih kpd Kak Nisa yg sudah berkenan menulis ttng zero Hunger Project diblog ini 🙏

    BalasHapus